Jurnal Pendidikan Modern https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/jpm <div class="additional_content"> <p>JPM (Jurnal Pendidikan Modern) is a journal published by Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Modern Ngawi, Indonesia. JPM (Jurnal Pendidikan Modern)<strong>&nbsp;&nbsp;</strong>will publish in three times issues are scheduled for publication: January, May, and September. JPM (Jurnal Pendidikan Modern) encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education. The journal publishes a broad range of papers from all branches of education and individual or group learning relating to education. JPM (Jurnal Pendidikan Modern) has accredited by Ministry of Research and Technology /National Agency for Research and Innovation, Republic of Indonesia (<a href="https://sinta3.kemdikbud.go.id/journals/profile/6647" target="_blank" rel="noopener">SINTA-Science and Technology Index</a>)</p> <p>Jurnal Pendidikan Modern teregistrasi dengan<strong> E-ISSN : <a title="E-ISSN" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1494824548&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2580-099X</a></strong>&nbsp;dan <strong>P-ISSN : <a title="P-ISSN" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1433909297&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2460-1225</a></strong>.</p> </div> STKIP Modern Ngawi en-US Jurnal Pendidikan Modern 2460-1225 Evaluasi Ranah Afektif pada International Class Program (ICP) di SMP Muhammadiyah Kottabarat: Pendekatan CIPP https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/jpm/article/view/1314 <p>Perkembangan dinamika global menuntut institusi pendidikan melakukan transformasi progresif , mendorong sekolah seperti SMP Muhammadiyah Kottabarat menyelenggarakan International Class Program (ICP). Namun, muncul kesenjangan antara desain program yang ideal dengan realitas sikap dan konsistensi siswa dalam ranah afektif. Penelitian terdahulu cenderung berfokus pada evaluasi manajerial (CIPP) dan capaian kognitif , namun masih minim yang secara spesifik mengevaluasi ranah afektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya menganalisis implementasi evaluasi afektif sebagai variabel utama, bukan sekadar capaian kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi evaluasi afektif pada program ICP di SMP Muhammadiyah Kottabarat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif , dengan data primer dari wawancara mendalam bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan dianalisis menggunakan model evaluasi CIPP. Temuan menunjukkan desain Input program ICP sangat kompleks, terdiri dari sistem ganda program pendukung dan pembiasaan dan evaluasi berlapis (awal, tengah, dan akhir). Evaluasi afektif dirancang khusus pada asesmen tengah 3 bulan melalui observasi untuk memantau konsistensi siswa menggunakan skala dikotomis. Akan tetapi, pada tahap process, program pembiasaan utama Language Day mengalami kendala operasional serius, yaitu minimnya durasi waktu dan minimnya pengawasan. Kendala proses ini berimplikasi pada asesmen afektif; di mana asesmen yang dirancang canggih tersebut berisiko beralih fungsi dari formatif (memperbaiki sikap) menjadi sekadar formalitas administratif.</p> Fauzan Jihad Ari Anshori Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Modern 2026-05-31 2026-05-31 11 2 56 63 10.37471/jpm.v11i2.1314 Analisis Kesesuaian Media Pembelajaran dalam Mencapai Tujuan Kurikulum PAUD di KB Tunas Bhakti https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/jpm/article/view/1351 <p class="abstrak" style="margin-left: 42.55pt;"><span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;">Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada praktiknya, media yang digunakan di kelas sering kali belum dirancang secara optimal untuk mendukung pencapaian aspek perkembangan anak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian media pembelajaran dalam mencapai tujuan kurikulum PAUD di KB Tunas Bhakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran telah digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari dan mampu menarik perhatian anak. Penggunaan media visual dan konkret membuat anak lebih mudah memahami konsep serta mendorong keterlibatan aktif dalam proses belajar. Anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat langsung melalui kegiatan bermain dan eksplorasi. Namun demikian, variasi media yang digunakan masih terbatas dan belum sepenuhnya disesuaikan dengan tujuan kurikulum secara terencana. Selain itu, keterbatasan kreativitas guru serta sarana dan prasarana menjadi kendala dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif. Secara keseluruhan, penggunaan media pembelajaran di KB Tunas Bhakti sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan agar lebih variatif, terarah, dan sesuai dengan tujuan kurikulum PAUD.</span></p> Yeni Amelia Putri Alya Ramadhani Andienie Ayu Adiesty Andienie Ayu Adiesty Aliya Noviana Gunarti Dwi Lestari Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Modern 2026-07-09 2026-07-09 11 2 64 79 10.37471/jpm.v11i2.1351 Analisis Fleksibilitas Kurikulum PAUD Merdeka dalam Mengakomodasi Perbedaan Gaya Belajar Anak https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/jpm/article/view/1352 <p>Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada pengakomodasian perbedaan individu peserta didik dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas dan mendalam mengenai pembelajaran berdiferensiasi sebagai bentuk implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber relevan seperti artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif lebih dominan digunakan untuk menggambarkan proses pembelajaran di PAUD secara komprehensif. Selain itu, Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi pendidik untuk menyesuaikan pembelajaran dengan gaya belajar anak, baik visual, auditori, maupun kinestetik. Namun demikian, keberhasilan implementasi pembelajaran berdiferensiasi sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, ketersediaan media pembelajaran, serta dukungan lingkungan dan lembaga pendidikan. Dengan demikian, diperlukan kesiapan sumber daya yang optimal agar fleksibilitas kurikulum dapat diterapkan secara efektif<em>.</em> Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung penerapan fleksibilitas Kurikulum Merdeka pada jenjang PAUD. Peran tersebut tidak hanya fokus pada guru tetapi juga mencakup kontribusi lembaga pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah, serta lingkungan belajar yang mendukung sebagai faktor kunci keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi.</p> Marsya Nabila Syania Kharismatin Ilvina Fenita Fara Ramadhani Nuraini Chandra Dewi Yes Matheos Lasarus Malaikosa Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Modern 2026-07-09 2026-07-09 11 2 80 87 10.37471/jpm.v11i2.1352 Identifikasi Dominan Kebutuhan Fisik Atlet Panahan: Studi Analisis Dalam Ajang Pra Pekan Olahraga Pelajar Daerah Ngawi https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/jpm/article/view/1374 <p>Mengetahui dominan suatu cabang olahraga merupakan bagian integral dalam mengoptimalkan prestasi yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara faktor-faktor fisik seperti tinggi badan, berat badan, panjang lengan, panjang rentang kedua lengan, dan kekuatan tarikan tangan terhadap prestasi memanah pada atlet panahan yang berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah Ngawi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Dasar pengambilan sampel menggunakan total teknik total sampling, dikarenakan atlet panahan popda berjumlah 28 sehingga sampel pada penelitian ini berjumlah 28 subjek. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes dan pengukuran serta teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan sistem sofwere spss versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tinggi badan, berat badan, panjang lengan, panjang rentang kedua lengan, dan kekuatan tarikan tangan dengan hasil memanah. Setiap variabel ditandai dengan nilai R sebesar 0.82. Berdasarkan dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwasannya tinggi badan, berat badan, panjang lengan, panjang rentang kedua lengan, dan kekuatan tarikan tangan memiliki faktor yang sangat penting dalam menunjang kebutuhan fisik dominan atlet panahan. Sehingga penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pelatih dan pelajar, yaitu bahwa fokus dalam pelatihan seharusnya lebih diarahkan pada pengembangan teknik dan keterampilan mental daripada sekadar mengandalkan atau memodifikasi faktor-faktor fisik. Pengembangan keterampilan yang komprehensif dan peningkatan pengalaman dapat menjadi strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan prestasi dalam panahan.</p> Ali Munir Satria Yudi Gontara Fadilah Umar Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Modern 2026-07-09 2026-07-09 11 2 88 96 10.37471/jpm.v11i2.1374 Potret Praktik Pembelajaran Digital pada Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/jpm/article/view/1354 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perkembangan teknologi digital selama dua dekade terakhir ini telah mengubah sejumlah hal dalam konteks lanskap pendidikan anak usia dini di Indonesia, yang semakin terancam oleh ancaman situasional pandemi virus corona atau COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mempertimbangkan secara sistematis penempatan praktik pembelajaran digital yang diterapkan pada instansi-institusi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dimana ada beberapa hal penting yang harus diobservasi dalam penelitian ini yaitu; Kemungkinan potensi efektivitas teknologi ini, tantangan struktural yang bisa menjadi penghalang implementasinya, dan konfigurasi ekosistem pendukung yang akan menentukan hasil integrasinya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah </span></span></span></span></span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Systematic Literature Review</span></span></span></span></span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (SLR) mengacu pada standar protokol PRISMA yang dilakukan dengan Merujuk kepada 20 artikel ilmiah dengan tahun publikasi antara tahun 2020 sampai 2025. Berdasarkan sintesis tema terhadap keseluruhan literatur yang ditelaah, dapat disimpulkan bahwa teknologi digital memiliki potensi untuk mendorong keterlibatan, literasi awal, dan perkembangan kognitif serta sosial-emosional anak. Namun potensi ini harus diiringi dengan kesiapan guru, pemerataan infrastruktur, dan keaktifan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak. Faktor ketiga ini bukan elemen pelengkap, melainkan syarat minimal yang harus dipenuhi secara bersamaan agar integrasi teknologi menghasilkan perubahan pedagogis yang bermakna</span></span></span></span></span></span></span></span></p> Audra Adelia Muflikhah Naura Sakti Ainur Aji Cici fasya fiantina Tri Wahyu Hidayatul 'Ulya Resdia Bella Dwi Rahmawati Achmad Sya’dullah Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Modern 2026-07-09 2026-07-09 11 2 97 110 10.37471/jpm.v11i2.1354 Peran dan Sikap OrangTua Terhadap Kurikulum Merdeka https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/jpm/article/view/1355 <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Abstrak</span></span></span></span></strong></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan sikap orang tua dalam mendukung penerapan Kurikulum Merdeka pada PAUD serta dampaknya terhadap perkembangan anak dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua tergolong sangat baik, baik di sekolah maupun di rumah, serta didukung oleh pemahaman yang cukup baik terhadap konsep pembelajaran berbasis bermain. Orang tua aktif berkolaborasi dengan guru dalam merancang proyek penguatan profil pelajar Pancasila, menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan stimulasi di rumah. Interaksi orang tua dan anak yang positif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, keaktifan, dan kemampuan sosial anak. Anak terlihat lebih antusias mengeksplorasi minat mereka tanpa tekanan akademik yang berlebihan, sesuai filosofi Kurikulum Merdeka. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam konsistensi pendampingan belajar dan pemahaman orang tua agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih optimal. Beberapa orang tua masih bingung menerjemahkan konsep "bermain sambil belajar" ke dalam aktivitas harian yang terstruktur namun fleksibel. Oleh karena itu, sekolah perlu mengintensifkan mengadakan lokakarya praktis dan pendampingan berkala bagi keluarga. Sinergi kuat antara sekolah dan rumah merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan usia dini yang holistik dan bermakna bagi tumbuh kembang generasi masa depan secara maksimal.</span></span></span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata Kunci</span></span></span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> : Peran Orang Tua, Kurikulum Merdeka, PAUD.</span></span></span></span></p> Ashanti AZZAHRA Alifia Aulia Nur Afifah Salsa Dwi Aprilia Arum Faizatul Aulia Ramadani Budi Rachman Nurul Khotimah Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Modern 2026-07-09 2026-07-09 11 2 111 125 10.37471/jpm.v11i2.1355